Sajak Emda Sagara
Jiwa lebur dalam keputus asaan
Hati kelam dalam kebimbangan
Semua lari dari kenyataan
Hasrat berselimut penyesalan tanpa asa
Harap senantiasa dalam do’a tak berbenteng
Bentang langit selalu kupandang
Hamparan bumi selalu kupijak
Makhluk hidup dan yang mati
Khilaf dan salah dalam menjalani
Wahai penguasa semesta
Akankah semua kembali segar untuk jiwa yang telah mati?
Menghijaukan raga yang ternodai
Berhias bunga-bunga mewangi
Hasilkan buah-buah ternikmati
Wahai penguasa semesta yang tak pernah mati
Kata maaf untuk semua
Maaf dalam do’a
maaf dalam asa
maaf dalam kata
Sedikitpun tak ingin berdosa
”namun”
Hidup masih didunia dan jasad berjiwa ini adalah manusia
Bukan malaikat ataupun dewa
Berjalan dengan hati yang sering terkhianati
Sengaja ataupun tidak selalu saja dosa
Lupa dan buta
Marah dan dusta di setiap langkah
Sombongnya hati membuat jiwapun mati
Terus dan terus menggerogoti
Rindu akan kebenaran
Rindu akan ketenangan
Rindu akan kedamaian
Rindu ialah rasa sakit yang sulit bermuara
Akan menghancurkan jiwa yang rapuh melunakan
Kerasnya hati bisu namun berarti
Bangkitkan jiwa yang mati kala terobati






